Tujuan Manajemen DiriApa tujuan mempelajari MD ini? Hemat penulis, paling tidak untuk mencapai dua hal penting yaitu: Menjadi orang yang pintar dan benar. Orang pintar dimaksudkan adalah mereka yang mempunyai kecerdasan otak dan emosi (IQ dan EQ) yang luar biasa seimbang antara keduanya. Sedangkan orang yang benar adalah mereka yang memiliki kecerdasan ruhani yang mendalam (SQ).

 

Dua hal ini (pintar dan benar) adalah dua hal yang tidak boleh dipisahkan. Mengapa? Karena bila hanya kepintaran yang dikedepankan, maka tidak akan mencapai kebahagian dan kesuksesan hakiki. Boleh jadi dirinya akan semi bahagia karena banyak kekayaan yang diraih dengan kepintarannya, tetapi orang lain belum tentu ikut merasakan menikmatinya. Bahkan, boleh jadi orang lain seringkali dijadikan tumbal ambisi dari kepintarannya. Dengan kata lain, kalau seseorang hanya memiliki kepintaran saja, maka hanya akan memintari orang lain. Negara kita (indonesia) yang kita cintai sudah terlalu sesak dengan orang-orang pintar. Namun, apakah mereka dapat “memintarkan” dan “memajukan” Negara kita tercinta? Sepengetahuan penulis, tidak. Yang ada sebaliknya, konon Negara kita amburadul gara-gara yang duduk di pemerintahan terlalu banyak orang-orang pintar dengan gelar yang tinggi namun akhlaknya tidak terpuji.

Demikian juga kalau hanya menjadi orang benar, akan mudah dibohongi dan dikelabui orang lain. Orang pintar dan benar adalah type orang yang bisa menguasi tiga hal penting yang dalam istilah sekarang dikenal dengan Intelegence Quetion (IQ), Emitional Quetion (EQ) dan Spiritual Quetion (SQ).

Modal Utama: Bina al-Syakhsyiyyah, aql, jism dan ruh

Di atas telah diutarakan tentang pengertian dan kegunaan MD. Kini, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara memanage diri kita? Namun sebelum membahas lebih jauh ke sana, mari kita ikuti pembahasan di bawah ini.

Sebagaimana telah disinggung di atas, bahwa diri kita, hemat penulis, terdiri dari tiga unsur penting yaitu aqal, jism dan ruh. Inilah hemat penulis modal utama dan pertama yang harus kita “gemukan” terlebih dahulu sebelum menginjak ke langkah berikutnya, how to manage our selves. Mengapa ini disebut modal utama untuk meraih hasil dari MD? Mari kita perhatikan ulasan berikut ini.

Ada type orang yang pintar, jasmaninya sehat tapi ruhaninya sakit, sering melakukan hal-hal yang melanggar norma agama, apakah orang ini akan dapat meraih kesuksesan sebagaimana yang ditargetkan oleh MD? Tentu tidak. Ada juga orang yang baik (sehat) ruhaninya, pintar tapi badannya sering sakit-sakitan, apakah tujuan MD akan diperoleh secara maksimal? Juga tidak. Demikian juga terdapat orang yang baik ruhaninya, sehat jasmaninya tapi lambat berpikirnya, apakah akan dapat meraih tujuan MD juga? Tentu jawabannya tidak. Dengan demikian, maka tiga modal ini harus dipupuk sedemikian rupa secara beriringan dan bersamaan, tidak boleh dipisahkan. Kini bagaimana cara memupuk tiga modal kita tadi? Mari kita ikuti cara dimaksud sebagaimana yang dituturkan oleh Usamah Ali Mutawalli dalam Ma’a al-Thulab Shunna’ al-Mustaqbal.

Bina al-‘Aql

Untuk memupuk dan mengoptimalkan aql ini, di antaranya dapat dilakukan hal-hal berikut: usahakan untuk banyak membaca, mendalami ilmu tarbiyyah dan dasar-dasarnya, juga mengkaji semua macam ilmu dengan sungguh-sungguh serta kerja keras.

Bina al-Jism

Sedangkan untuk menumbuhkan jism agar sehat yaitu misalnya dengan olah raga yang teratur, makan yang teratur, serta selalu tampil menarik, bersih, dan segar dengan tidak berlebihan.

Bina al-Ruh

Sedangkan bina al-ruh (menjadikan ruh kita agar berada dalam standar yang benar dan tepat) dapat dilakukan dengan cara: sering membaca dan mentadaburi ayat al-Qur’an, tafakkur terhadap ciptaan Allah, muhasabah diri, mensukuri nikmat, ingat mati, mendawamkan do’a, senantiasa tersenyum dan mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat.

Tujuan Manajemen Diri

Bila hal-hal di atas telah dilaksanakan secara optimal, maka penulis yakin, modal kita sudah gemuk dan sehat, kini tinggal bagaimana me-manage nya.

 

Artikel ini di cari dengan Kata Kunci: